Kamis, 15 November 2012

Selamat Tahun Baru 1434 Hijriyah

Bismillah Arrahman Arrahim fokuskan pikiran.

Sudah hampir dua bulan aku tak menulis di sini. Dan kali ini dengan penuh rasa tanggung jawab aku sempatkan diri untuk mulai aktif menulis lagi. Temanya tahun baru Hijriyah.

Rabu, 14 Nopember 2012 dengan segala aktivitas yang cukup runyam, keliling Kota Solo untuk mencari sesuatu dan lagi-lagi mampir ke Pasar Ikan. Capek? Ya! Tapi apa mau dikata, aku harus seperti ini. Mempersiapkan segalanya untuk masa depan.

Untungnya aku tidak lupa bahwa hari itu adalah hari ke-dua puluh sembilan bulan Dzulhijjah. Artinya hari itu adalah penghujung tahun 1433 H. Dan ada tradisi membaca doa akhir tahun kemudian dilanjutkan dengan doa awal tahun. Pagi hari Ibu memang telah mengingatkan lewat telepon untuk membaca doa tersebut. Sungguh betapa perhatiannya Ibuku ini. Putra-putranya yang sedang menempuh pendidikan di luar kota pasti selalu diingatkan untuk tetap menjaga tradisi ke-Islam-an. Kalau pun pagi itu Ibu tidak mengingatkan aku tetap tahu kalau hari itu adalah akhir tahun. Tentunya ini berkat penanaman nilai-nilai keagamaan dari rumah.


Penghujung Tahun

Pada hakekatnya manusia diciptakan itu untuk menyembah (mengabdi) kepada Tuhan. Jadi kewajiban utama  bagi manusia adalah mengabdi kepada Tuhan lewat jalan taqwa. Akan tetapi tidak cukup dengan itu rupanya. Pemaknaan manusia sebagai makhluk individu berarti hanya berhubungan dengan Tuhan. Dan manusia sebagai makhluk sosial berarti kedudukan manusia di muka bumi ini akan selalu berhubungan dengan sesamanya dan juga alam. Harus kita sadari betul bahwa kita memang butuh akan sesama dari kita dan juga alam. Keterikatan yang baik diharapkan akan membentuk suatu keharmonisan kehidupan manusia di bumi.

Baik hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, ataupun alam pasti ada yang namanya kekhilafan. Sebuah hal yang wajar tentunya, manusia tidak pernah luput dari khilaf dan lupa. Namun jangan sampai hal itu dijadikan alasan untuk menyepelekan setiap tindak dan laku kita.

Maka dari itu di setiap penghujung tahun bahkan di setiap waktu yang telah diberikan kita perlu merefleksikan diri kita dari apapun yang barang kali menjadi kesalahan dan dosa kita. Kita harus sadari bahwa kita adalah makhluk yang kotor. Berbagai dosa besar pastinya telah kita lakukan entah secara sadar ataupun tidak. Refleksi diri menjadi penting untuk memandang apakah kita pantas mendapatkan apa yang kita inginkan. Apakah kita pantas menghadap Yang Mahakuasa dengan kondisi seperti ini? Tentunya tidak. Jika kita ingin menghadap-Nya mari kita benahi diri kita agar sedikit lebih baik.

Awal Tahun

Setelah satu tahun yang lalu kita berproses menempuh kehidupan yang sering kali kita tidak bersyukur dan kita telah merenungi semuanya tentunya yang kita harapkan ke depan adalah pembenahan diri. Bagaimana nanti setelah kita koreksi diri kita masing-masing dari dosa-dosa kita coba ubah segala yang belum baik menjadi baik, yang sudah baik menjadi lebih baik lagi.

"Adalah orang yang rugi jika esok hari lebih buruk dari hari kemarin."
Kalimat di atas bisa menjadi pedoman bagi diri kita agar ke depan bisa melakukan perbaikan-perbaikan di setiap proses kehidupan yang akan kita jalani. Tentunya kita tidak mau rugi dengan melakukan hal-hal yang dirasa tidak bermanfaat dan lebih buruk dari yang kemarin.

Berbenah Diri agar Lebih Baik


Apa yang kita cita-citakan dan apa yang kita harapkan ke depan tidak bisa tercapai jika kita masih saja berkutat pada masa lalu yang kelam. Membangunnya dengan perubahan yang lebih baik lah yang akan membuat semua itu bisa kita capai. Maka dari itu mari coba kita upayakan dengan sepenuh hati dengan niat berubah ke arah yang lebih baik lagi.

Refleksi, koreksi, dan berbenah diri. Tuhan Mahatahu setiap hati hamba-Nya.

Selamat tahun baru. Semoga kita menjadi pribadi yang beruntung karena mampu berubah menjadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi sesama.

Selamat tahun baru 1434 Hijriyah!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Dilarang keras memberi komentar yang berbau SARA dan hal Porno.